Thursday, August 10, 2017

AKU, KAMU DAN KITA




Hidup adalah anugrah terindah atas pemberian Tuhan kepada semua hambanya termasuk kamu dan aku yang mungkin nantinya akan menjadi kita. Namun sayangnya kamu masih belum tahu siapa aku yang nantinya dapat kau miliki, begitupun sebaliknya aku juga belum bisa mengetahui siapakah kamu yang nantinya dapat berjalan bersamaku dalam mengarungi fase kehidupan yang selanjutnya. Namun meski seperti itu izinkan aku mengungkap sedikit karakter diriku dan rasa yang aku miliki ini.

Aku adalah laki-laki normal menurut dokter, karena aku dapat merasakan sesuatu getaran rasa yakni degub jantung yang kencang apabila aku tengah bersama wanita yang aku sukai. Terdapat banyak sekali wanita yang dapat aku suka karena dalam wilayah yang asku tempati adalah kompleks para pelajar yang sedang menyelesaikan pendidikannya dalam lembaga masing-masing. Namun dalam artian rasa suka yang baik-baik seperti bergaul dan berkomunikasi, karena aku harus bisa berinteraksi apabila keberadaanku dapat diakui.

Yah benar sekali memang aku suka sekali dengan wanita, tapi apakah kamu tahu bahwa diantara semua wanita yang aku sukai masih belum dapat aku temukan sosok kamu yang dapat aku benar-benar sukai yang biasa disebut oleh orang-orang dengan rasa sayang. Aku sendiri menyadari bahwa rasa sayang ternyata sangat sulit untuk dihadirkan, kau tahu kenapa...??? Karena aku dan kamu masih belum tahu apakah nantinya hubungan yang aku dan kamu jalani ini adalah hubungan yang dapat bertahan hingga jenjang yang betul-betul sah didalam keluarga maupun khalayak umum.

Aku tahu dalam ajaran agama aku dan kamu tidak diperbolehkan untuk melakukan kisah cinta diluar nikah yaitu pacaran dan teman spesial. Kamu juga tahu dampak yang diakibatkan oleh pacaran tersebut. bila nanti nya dalam suatu hubungan tersebut salah satu seseorang tidak dapat menjaga keutuhan hubungan itu dengan suatu alasan yang realitanya memang ada atau hanya bualan saja maka salah satu nya lagi akan merasa sedih dan mungkin lebih dari itu.

Padahal dalam hubungan sosial aku dan kamu diwajibkan untuk bersilaturahmi dengan baik agar supaya tidak ada rasa membenci satu sama lain dan akhirnya terbentuklah rasa kasih sayang antara keduanya namun tetap dalam batas wajar. Tapi tetap saja aku dan kamu tidak bisa menolak dengan rasa yang timbul dari pada pacaran maupun dari hubungan teman spesial yang biasa orang-orang sebut dengan TTM. Mungkin saja kamu dengan orang lain begitu juga aku sebaliknya atau mungkin aku dan kamu sudah bertemu dan menjalin hubungan tersebut.

Disaat aku dan kamu tengah berjalan bersamaan dalam hubungan yang tidak semestinya terkadang rasa suka kian mencuat bertumbuh hingga sesak dalam tubuh dan ingin keluar, kadang juga rasa bosan tengah datang dengan bangga. Bukan salah rasa suka yang kian bertambah besar maupun rasa bosan itu yang mendadak hinggap dalam hubungan, akan tetapi memang itulah ujian yang tengah Tuhan berikan kepada aku dan kamu agar segera sadar dan... Mungkin kembali kepada pertama aku dan kamu bisa berkenalan dan berkomunikasi dengan tanpa ada beban.

Aku tahu itu mungkin akan sangat sulit untuk dirasakan apalagi dilakukan oleh aku dan kamu. karena sudah banyak orang-orang disekitar ku dan kamu yang tidak bisa menjaga hubungan tersebut tetap awet akan memilih untuk pergi dan tak akan menyapa satu sama lain. Dan pada akhirnya akan merasakan hal yang lain, entah itu senang maupun sedih.

Mungkin bila yang hadir setelah hal tersebut adalah kesenangan maka tak apalah karena aku dan kamu akan sama sama bahagia dan dapat sedikit melupakannya. Tetapi apabila yang didapat adalah rasa sedih maka apakah aku dan kamu bisa menghadirkan kebahagian sendiri...??? Mungkin bisa namun dengan cara yang berbeda. Karena aku dan kamu juga mungkin berbeda.

Dan apabila aku dan kamu memang tertakdir seperti cerita diatas, aku harap kamu tidak akan mencoba menghindariku dengan alasan agar aku dan kamu tidak menambah luka yang telah terjadi. Agar supaya hubungan silaturahmi kita tetapterjaga dengan baik meski masih dalam jenjang perteman. Namun apabila sebaliknya yang terjadi maka aku juga tidak akan memaksa kehendakku untuk kamu agar bisa melakukan hal tersebut, jadi berjalanlah dijalan yang memang menurtmu sudah benar dan jangan pernah kamu sesali atas apa yang sudah kamu pilih.

Sebelum ku akhiri cerita ini izinkanlah aku untuk menunjukkan satu hal lagi kepada mu, yakni tahukah kamu kenapa dalam tulisan ini tidak ada kata "kita" yang aku pakai selain pada paragraf pertama. Karena aku dan kamu masih belum dipertemukan dalam satu ikatan yang nantinya dapat benar-benar disebut dengan kata kita.




No comments:

Post a Comment

DEMI MASA YANG SURAM

Demi masa yang suram Adalah hal yang tidak patut di idamkan Dari sekian wajah tak bermuka muram Karena langit tak lagi memberikan hujan ...