Thursday, August 10, 2017

KELEDAI DALAM CERMIN



Satu untuk semua adalah pribahasa yang sempurna
Namun nyatanya semua belum tentu dapat bersatu
Seperti senang adalah gambaran sebuah rasa
Tetapi rasa bukan hanya sebatas itu.

Aku terheran ditengah keramaian
Dia tertawa dalam bisu yang selalu berdatangan
Apakah keakraban yang ia idam-idamkan
Ataukah kebodohan yang selalu ia dapatkan.

Susah dan senang telah mereka lewati
Bersama tanpa ada kata terkecuali
Namun mengapa mata tak pernah memangdang kemari
Mungkin cermin adalah penyebab yang selalu membatasi diri.

Aku sadar bahwa ikan tak akan pernah terpancing
Bila mana dalam kail tak ada satupun seekor cacing
Tersentak ku tersenyum dan lalu berfikir
Inilah keledai yang selalu dicari sang penyair.


Terinspirasi oleh seseorang yang dalam kisah pertemananya, dia selalu tidak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik. Akhirnya setiap apa yang ia lakukan pasti akan membuat teman-temanya merasa risih kadang juga jengkel. Padahal yang ia butuhkan hanyalah dapat bercanda dan berkomunikasi layaknya seperti mereka. Namun tak dapat dipungkiri secara tidak sadar terkadang kebodohan dapat kita datangkan melalui sikap dan bicara yang kita lakukan tanpa berfikir terlebih dahulu. Jadi siapakah yang dapat disalahkan akan hal tersebut...???



No comments:

Post a Comment

DEMI MASA YANG SURAM

Demi masa yang suram Adalah hal yang tidak patut di idamkan Dari sekian wajah tak bermuka muram Karena langit tak lagi memberikan hujan ...